Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

Sabtu, 07 Juli 2018

"TIDAK AKAN SIA-SIA BERBUAT BAIK"

Selamat malam bagi bapak/ibu guru dan teman-teman sekalian. ada baiknya kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan atas cinta dan kasih sayangNya sajalah kita semua dapat berkumpul untuk mendengarkan dan merenungkan sedikit dari firman Tuhan.

Banyak ilustrasi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
ilustrasi yang bisa menjadi kekuatan bagi iman kerohanian kita masing-masing.

Suatu hari seorang pemuda berdoa dan dalam doanya itu, dia meminta untuk diperlihatkan seperti apa bentuk neraka dan surga.
TUHAN kemudian menuntunnya dan membawa masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan itu sangat besar dan tepat di tengah-tengah ruangan itu ada sebuah meja bundar yang sangat besar dan mampu menampung banyak orang.
Tepat di tengah meja itu, ada semangkuk sup dalam ukuran sangat-sangat besar dan beraroma sangat lezat, membuat orang-orang tidak sabar ingin segera mencicipinya. Di sekeliling meja itu duduk orang-orang yang kurus dan tampak sangat kelaparan. Letak sup itu jauh dari jangkauan tangan, sehingga orang-orang tidak bisa berdiri dan mencedoknya.
Untuk mengambilnya mereka harus menggunakan sebuah sendok yang bergagang panjang dan terikat pada lengan masing-masing. Karena sendok terlalu panjang, mereka tidak dapat mencedoknya dan memasukkannya ke mulut mereka, akibatnya sup itu berceceran kemana-mana. Tak heran, sekalipun ada sup lezat di depan mata mereka, tubuh mereka tetap kurus dan sangat kelaparan.
Melihat hal ini, tubuh si pemuda merinding, menyaksikan penderitaan dan kesengsaraan di depan matanya. Lamat-lamat, TUHAN berkata, “Itulah NERAKA. Sekarang ikutlah AKU, masuk ke ruangan yang lain.”
Dari kejauhan mulai terdengar gelak tawa yang tak henti-hentinya dan begitu memasuki ruangan itu terasa atmosfir yang menghangatkan dan aroma sup menerbitkan air liur memenuhi udara di tempat itu.
Tepat di tengah-tengah ruangan itu ada sebuah meja yang sangat besar dan semangkuk sup ukuran sangat-sangat besar, sama seperti yang ada di ruangan pertama. Yang membedakan adalah tubuh orang-orang-orang di ruangan kedua, sehat, kuat, berisi dan diwajah mereka selalu tersungging sebuah senyuman atau tawa.
Melihat hal ini, si pemuda menjadi bingung dan bertanya kepada TUHAN, “Apa yang terjadi? Mengapa di ruangan ini, orang-orangnya terlihat bahagia, sangat kontras dengan keadaan orang-orang di ruangan kesatu?”
TUHAN berkata, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu yaitu KEBAIKAN. Perhatikan, orang-orang ini dengan rela menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok tersebut, sedangkan yang di ruangan lain orang-orang itu serakah. Hanya memikirkan kepentingan sendiri.”
PESAN: Ketika kita melakukan kebaikan dan berbelas kasihan terhadap sesama, itu adalah surga di bumi. Namun kita akan menjadikan neraka di bumi, ketika kita bersikap egois dan sudah tidak peduli lagi akan kebutuhan sesama.

Apa yang dimaksud dengan perbuatan baik?
Perbuatan baik tidaklah mudah untuk dilakukan. banyak yang mendefinisikan bahwa baik identik dengan perlakuan/sikap/tindakan yang positif. padahal pada kenyataannya baik adalah suatu sikap yang tak perlu dipamerkan melainkan dibuktikan sehingga nantinya pihak ketiga yang akan menilai.
Menurut KBBI : baik /ba·ik / 1 a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya)
Menurut Alkitab : ( Kolose 3:12 )= belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.
Orang yang murah hati adalah mereka yang menyatakan kasih sayang kepada orang miskin, org yang menderita dan tertindas contohnya Ayub ( ayub 29;12-16)

Mengapa kita harus berbuat baik?
Setelah kita mengetahui apa saja hal2 baik, apakah manfaatnya kita berbuat baik?apa dengan berbuat baik kita akan masuk surga? apa kita melakukan hal baik hanya untuk topeng bagi diri kita masing2?
Matius 7:12 ( mendapatkan apa yang kita inginkan dari Tuhan )
Kolose 3 : 12
jika ada yang mempersalahgunakan kebaikan yang kita buat percayalah bahwa seperti yang diakatan dalam Alkitab (Filipi 4;13)
Pada dasarnya hati manusia adalah dingin, gelap dan tidak mengasihi, kapan saja seseorang menyatakan roh kemurahan dan pengampunan, itu tidak dari diriNya, tetapi melalui pengaruh Roh Ilahi yg mengerakkan hatinya. "kita mengasihi, krna Allah lebih dulu mengasihi kita'' 1 yoh 4;19

Adalah menjadi keuntungan kita supaya tetap memelihara tiap2 karunia Allah yang segar di dalam ingatan kita. demikianlah iman itu dikuatkan untuk menuntut dan menerima lebih banyak lagi. adalah dorongan yg lebih besar bagi kita di dalam berkat yang terkecil sekalipun yang kita terima dr Allah, dan kemudian di dalam segala2nya kita dpt membaca iman dan pengalaman orang2 lain. (kerinduan segala jaman hal.325)

Bagaimana cara untuk melakukan perbuatan baik?
Yesaya 1:19 (menurut dan mau mendengar)
bisa saja seseorang mempermainkan kebaikan yang telah kita buat tapi janganlah kita mengemis meminta pembalasan, sebab di ayat Yesaya 26:10 (orang yang dikasihani tidak akan belajar apa yang benar dan tidak akan melihat kemuliaan Tuhan)
Tetapi bagaimanakah dengan orang2 yang tidak membalas kebaikan yang kita buat malah sebaliknya. Yes 40:29 (Dia memberi KEKUATAN KEPADA YANG LELAH dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya)
Bukan hanya kekuatan yang diberikan pda kita yg lelah dgn sikap buruk yg kita terima dr orang lain melainkan akan ditambahkan semangat pd kita yg merasa tiada berdaya.
Saat kita memiliki masalah dengan orang lain, apakah kebaikan yang bisa kita buat? 1 Kor 7:5
Pertengkaran tidaklah diiinginkan Tuhan, hanya saja kita sebagai manusia duniawi khususnya kaum muda merasa diri benar sehingga lupa untuk melakukan hal baik di setiap waktu. carilah kesempatan dgn musuhmu utk berdoa, utk mengakhiri pertengkaran dgn damai supaya iblis jangan menggodai kita.
Kol 4:6 = seringkali saat bertengkar, emosi, dan lalinnya tindakan kita tidaklah terkontol, namun dlm ayat tsb mengajak kita supaya biarlah kita masing2 senantiasa tetap mempunyai kasih, jgn hambar ( maksudnya janganlah kata2nya tidak bermakna sebab semua yang kita ucapkan membawa berkat )
Banyak orang yang baginya kehidupan adalah suatu pergumulan yang menyakitkan; mereka merasakan kekurangan mereka dan merasa sengsara da tidak percaya; mereka pikir mereka tidak mempunyai apa2 utk disyukuri. kata2 ramah, pandangan simpati, pernyataan penghargaan, kepada banyak orang sedang bergumul dan kesunyian akan bagaikan semangkuk air kepada orang dahaga. perkataan simpati, perbuatan baik, akan mengangkat beban berat yang menekan bahu org2 lelah. dan setiap kata/ perbuatan baik yang tidak mementingkan diri adalah suatu pernyataan kasih Kristus utk umat manusia yang sesat.
Orang yang murah hati akan beroleh kemurahan. (amsal 11;25) ada kedamaian manis bagi roh yang penuh kasih sayang, suatu kepuasan yang menyenangkan dalam kehidupan pelayanan yang melupakan diri utk kebaikan orang2 lain. Roh kudus yg tinggal dlm jiwa dan dinyatakan dalam kehidupan akan melunakkan hatu yang keras dan membangkitkan simpati dan kelemahlembutan.( khotbah diatas bukit hal.33)
Kepada siapakah kita harus berbuat baik?
biarlah perbuatan baik mencakup kpd semua orang, bukan hanya kpd teman dekat, guru2, orangtua dll. perbuatan baik adalah untuk semua orang (flp2;2-4)

KESIMPULAN : Mazmur 41 : 1-4 . Perbuatan baik yang kau buat TIDAK AKAN SIA-SIA



Selamat malam saya ucapkan bagi Bapak/Ibu guru dan staff serta teman-teman dan adik-adik yang saya cintai.Saya bersyukur kepada Tuhan karena atas kasih-Nya kita dapat dikumpulkan bersama di tempat ini untuk mempelajari Firman Tuhan.Saya berterimakasih juga kepada Bapak Oroh selaku guru bidang studi agama dan pembimbing penyusunan khotbah saya.Pada malam hari ini saya akan membawakan pekabaran Firman Tuhan kepada jemaat sekalian dengan judul "Where is GOD?"(Dimanakah Tuhan?).Sebelum saya membawakan pekabaran Firman Tuhan pada malam hari ini,saya mengajak jemaat sekalian untuk mempelajari satu lagu sederhana yaitu Jesus Loves Me dalam bahasa Cina dan bahasa Perancis.
(Bernyanyi bersama)

Terimakasih atas partisipasinya.Biarlah melalui lagu ini dapat mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan itu kepada seluruh umat manusia.
Seringkali muncul pertanyaan demi pertanyaan dalam kehidupan kita.Pertanyaan yang menyalahkan orang-orang di sekitar kita bahkan menyalahkan Tuhan.Where is GOD?Dimanakah Tuhan?Ini adalah pertanyaan yang menggambarkan sifat pesimis seseorang,sifat mengeluh dan tidak percaya kepada Tuhan.

1.Siapakah tokoh utama dalam Daniel 1:1,2 ?
    Di dalam Daniel 1:1,2 diketahui bahwa tokoh utama adalah Tuhan dan Nebukadnezar,bukan Daniel sebagaimana nama kitab adalah Daniel.Pembaca kitab Daniel harus lebih teliti daripada tokoh-tokoh di dalam kitab Daniel.Sebagai contoh=kata "Tuhan menyerahkan" menegaskan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan.Di dala Yeremia 14:8,9 menyatakan bahwa kalau Tuhan yang menyerahkan maka Tuhan yang sama yang sanggup menguasai dan mengatur keadaan bagi kebaikan umat-umat-Nya.Konsep Alkitab = kuasa kejahatan dapat bekerja sejauh pengawasan dari Tuhan.Sebagai contoh adalah kisah Ayub.Setan mencobai Ayub atas izin Tuhan.Paradikma orang Yehuda adalah paradikma lama:Tuhan melindungi umat-Nya dari pencobaan.Paradikma buku Daniel adalah:Tuhan melindungi umat-Nya di dalam pencobaan.

2.Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya dicobai?
    Tokoh utama di permulaan kitab Daniel adalah Tuhan & Nebukadnezar,boleh jadi Tuhan mengizinkan umat-umat-Nya mengalami kesukaran sebagai usaha untuk memenangkan orang-orang yang belum mengenal kasih-Nya.Selanjutnya mari kita baca Daniel 12:1.Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa saat masa kesesakan kita tidak perlu takut karena kita paham keseluruhan ayat ini.Sekali lagi Tuhan tidak mencegah kita dari kesukaran,tetapi Tuhan akan mendampingi kita di dalalm kesukaran.Saat ini saya ingin bersaksi saat saya berumur 6 bulan di kandungan mama saya.Saat itu terjadi kerusuhan di Lombok.Gereja-gereja dan rumah-rumah orang kristen dibakar.Orang kristen dikejar-kejar dan harus melarikan diri bahkan sampai ke luar pulau.Papa dan Mama saya terpaksa harus mengungsi ke pulau tetangga yaitu pulau Bali dengan hanya membawa pakaian di badan dengan kata lain tidak membawa apa-apa.Puji Tuhan umat-umat Tuhan di Bali mau menerima keluarga kami dan mendukung kami.Mengapa Tuhan mengizinkan umat-umat-Nya dicobai?Boleh jadi Tuhan mengizinkan umat-umat-Nya mengalami kesukaran sebagai usaha memenangkan mereka dan orang lain serta memperkenalkan keajaiban kasih Tuhan.

3.Bagaimana cara Tuhan menolong kita?
Mazmur 23:1 = Tuhan adalah gembalaku,takkan kekurangan aku
Mari kita buka Daniel 3:23,24.Ada hal yang menarik di dalam ayat ini.Pandangan kamera tentang peristiwa Sadrakh,Mesakh dan Abednego ditujukan kepada Raja Nebukadnezar.Tuhan membiarkan Sadrakh,Mesakh dan Abednego masuk ke perapian sebagai usaha untuk menjangkau Raja Nebukadnezar.Dalam Daniel 6:17-19 sekali lagi pandangan kamera kepada Raja kali ini ke Raja Darius.Malam itu ,saat Daniel berada di lubang singa ada 2 pihak yang berpuasa,pertama Raja Darius dan kedua para singa.Dari kisah-kisah di atas dapat dipelajari bahwa kamera tidak diarahkan baik ke Daniel,Sadrakh,Mesakh maupun Abednego tetapi kepada Raja Nebukadnezar dan Raja Darius.Disini kita dapat pelajari bahwa supaya Tuhan dapat menyatakan kemuliaan-Nya,Dia perlu umat yang setia.Kalau umat-umat Tuhan tidak setia,mujizat dapur api dan lubang singa tidak akan pernah terjadi.Paradikma biasa = kita perlu Tuhan.Paradikma buku Daniel = Tuhan perlu kita.Namun kemampuan umat-umat Tuhan untuk bertahan dalam kesusahan bukan karena usaha sendiri tetapi oleh karena pertolongan Tuhan.Sementara Tuhan perlu kita,kita pu perlu Tuhan (Simbiosis Mutualisme )
Desire of Ages 483
Meskipun sekarang Ia tersembunyi dari pandangan manusia yang fana,namun telinga iman dapat mendengar suaraNya mengatakan,jangan takut,Aku menyetai engkau.Wahyu 1:17,18,Aku tlah menderita kesusahanmu, mengalami pergumulanmu, menemui pencobaanmu. Aku mengetahui air matamu, aku juga telah menangis. Kesedihan yang terpendam sehingga tidak dapat di bisikkan kedalam telinga manusia, Aku ketahui. Jangan pikirkan bahwa engkau kesepian dan ditinggalkan. Meskipun kepedihanmu tidak mendapat simpati dalam hati siapapun di dunia, pandanglah kepadaKU, dan hiduplah
Desire of Ages 142.3.5
GOD could have reached His object in saving sinners without our aid.But in order for us to develop a characters like Christ's we must share in His work
(Tuhan bisa saja mencapai tujuan-Nya dalam menyelamatkan orang-orang berdosa tanpa pertolongan kita,tetapi agar kita dapat mengembangkan tabiat seperti tabiat Kristus,kita harus mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya)

4.Lantas Dimanakah Tuhan?
Roma 8:28 = Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah
Sekian,Tuhan memberkati

Jumat, 19 Februari 2016

Dunia Allah

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. —Mazmur 24:1
Dunia Allah
Saya tahu putra saya akan senang menerima gambar peta dunia untuk kado ulang tahunnya. Setelah melihat-lihat di toko, saya menemukan selembar peta dunia berwarna-warni yang dilengkapi dengan ilustrasi dari setiap daerah. Ada kupu-kupu cantik melayang di atas Papua Nugini. Ada rangkaian gunung di Chili. Ada berlian yang menghiasi Afrika Selatan. Saya sangat senang melihat peta itu, tetapi saya merasa ragu saat membaca label di bagian bawah peta itu yang bertuliskan:Dunia Kita.
Di satu sisi, bumi adalah dunia kita karena kita hidup di dalamnya. Kita diizinkan untuk minum airnya, menambang emasnya, memancing di lautnya—tetapi itu semata-mata karena Allah sudah memberikan izin-Nya (Kej. 1:28-30). Sesungguhnya, ini adalah Dunia Allah. “TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya” (Mzm. 24:1). Saya sangat terpesona saat mengingat bahwa Allah sudah mempercayakan karya ciptaan-Nya yang luar biasa kepada manusia biasa. Dia tahu bahwa ada dari kita yang akan menyalahgunakannya, menyangkal bahwa Dialah penciptanya, dan mengakuinya sebagai milik kita. Tetap saja Dia mengizinkan kita untuk menghuni bumi ini dan menjaga kelangsungannya melalui Anak-Nya (KOL. 1:16-17).
Hari ini, sediakanlah waktu untuk menikmati hidup di dalam dunia Allah. Kecaplah rasa beberapa jenis buah. Dengarkanlah kicauan burung dan nyanyiannya. Nikmatilah suasana matahari tenggelam. Izinkanlah dunia yang kamu huni ini mengilhamimu untuk menyembah Allah yang empunya bumi. —Jennifer Benson Schuldt
Tolong aku, Tuhan, untuk sesekali berhenti. Untuk melihat, mendengar, mencicipi, memikirkan tentang berkat yang Engkau berikan untuk kami nikmati. Terima kasih untuk ungkapan kreativitas dan kasih-Mu kepadaku hari ini.
Keindahan karya ciptaan memberi kita alasan untuk memuji Allah.


Sumber : http://www.iampiniel.com/2015_04_01_archive.html

Menghadapi Kemustahilan

Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini.” —Yosua 6:2
Menghadapi Kemustahilan
Pada tahun 2008, harga-harga rumah di Inggris sedang anjlok. Namun 2 minggu setelah saya dan suami menjual rumah yang telah kami huni selama 40 tahun, seorang pembeli menawar dengan harga yang baik dan kami pun setuju untuk menjualnya. Kontraktor kami segara bekerja untuk merenovasi rumah yang pernah saya warisi dan yang akan menjadi tempat tinggal kami yang baru. Namun beberapa hari sebelum penjualan rumah lama beres, calon pembelinya menarik diri. Kami pun merasa terpukul. Sekarang kami memiliki dua rumah—satu rumah dengan harga yang sedang anjlok drastis dan satu lagi rumah berbentuk puing yang tidak dapat kami jual atau tempati. Sebelum kami menemukan pembeli baru, kami tidak mempunyai uang untuk membayar kontraktor. Kami berada dalam keadaan yang mustahil.
Ketika Yosua memandang ke arah Yerikho, suatu kota berkubu yang dipersenjatai dengan kuat, ia mungkin merasa menghadapi suatu keadaan yang mustahil (Yos. 5:13-6:27). Namun tiba-tiba dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Sejumlah teolog memperkirakan bahwa laki-laki itu adalah Yesus sendiri. Yosua yang cemas pun bertanya apakah laki-laki itu akan membela bangsa Israel atau membela lawannya dalam peperangan yang menjelang. “‘Bukan,’ jawabnya. ‘Akulah Panglima Balatentara TUHAN’” (Yos. 5:14). Yosua sujud menyembah dengan mukanya ke tanah sebelum ia berani melangkah. Saat itu, Yosua masih belum mengetahui bagaimana Yerikho akan diserahkan ke dalam tangannya, tetapi ia memperhatikan firman Allah dan menyembah Allah. Setelah itu, ia menaati perintah Tuhan dan yang mustahil pun menjadi kenyataan. —Marion Stroud
Tuhanku, sering saat aku menghadapi keadaan yang mustahil aku memilih untuk khawatir daripada percaya. Tolong aku untuk mempercayai-Mu dan mengingat bahwa tidak ada yang terlalu sukar bagi-Mu.
Tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Sumber : http://www.iampiniel.com/2015_04_01_archive.html

Berikan Semua

[Persembahkanlah] tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. —Roma 12:1
Berikan Semua
Dalam satu-satunya pidato pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy menyampaikan tantangan berikut kepada orang Amerika: “Jangan bertanya apa yang dapat negaramu perbuat untukmu; bertanyalah apa yang dapat kamu perbuat untuk negaramu.” Tantangan itu merupakan seruan ulang pada seluruh warga negara untuk menyerahkan hidup mereka dalam pengorbanan dan pelayanan kepada sesama. Kata-kata tersebut begitu mengilhami putra-putri warga negara yang dahulu pernah melayani negara mereka dalam kancah peperangan.
Makna pernyataannya itu jelas: Apa yang telah diperoleh orangtua mereka, dan seringkali dengan pengorbanan nyawa, sekarang harus dipelihara dengan cara-cara yang damai. Sekelompok besar sukarelawan pun bangkit untuk menjawab seruan itu, dan dari dekade ke dekade mereka telah berhasil menunaikan karya-karya kemanusiaan yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh dunia.
Berabad-abad sebelumnya, Rasul Paulus menyampaikan seruan serupa kepada orang Kristen dalam ayat pembuka dari Roma 12. Ia mendorong kita supaya mempersembahkan tubuh kita sebagai “persembahan yang hidup” dalam pelayanan kepada Kristus yang telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus kita dari dosa. Pengorbanan rohani itu haruslah lebih dari sekadar kata-kata; hal itu haruslah berupa penyerahan diri kita demi kesejahteraan fisik, emosi, dan rohani sesama.
Yang luar biasa, kita dapat melayani di mana pun kita ditempatkan saat ini! —Randy Kilgore
Bapa, tunjukkanlah kepadaku hari ini bagaimana aku dapat menyerahkan hidupku ini kepada-Mu, dan beriku kekuatan untuk mulai berbuat sesuatu.
Jangan selalu bertanya apa yang dapat Yesus perbuat bagimu; bertanyalah kepada Yesus apa yang dapat kamu perbuat bagi-Nya.

Sumber : http://www.iampiniel.com/2015_04_01_archive.html

Harapan Hidup

Kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, . . . memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. —1 Petrus 1:7
Harapan Hidup
Ketika tragedi mengerikan telah menghempaskan hidup seseorang, mereka pun bertanya-tanya. Baru-baru ini, seorang ibu yang kehilangan anak remajanya berkata, “Aku tak mengerti. Aku tak tahu apakah aku masih punya iman. Aku mencoba, tetapi Allah sepertinya tak masuk akal bagiku. Apa maksud semua ini?” Tak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan sebesar itu. Namun bagi mereka yang percaya kepada Kristus, selalu ada harapan, baik kita sedang berlimpah berkat atau mengerang dalam duka.
Petrus menjelaskan hal itu dalam suratnya yang pertama. Dengan berapi-api, ia memuji Allah yang telah melahirkan kita kembali “kepada suatu hidup yang penuh pengharapan” (1Ptr. 1:3) melalui penyelamatan kita. Harapan itu dapat membawa kebahagiaan, bahkan setelah terjadinya suatu tragedi. Ia juga meyakinkan kita bahwa pengharapan itu bersifat abadi (ay.4). Lalu ia berbicara tentang kenyataan yang pedih, bahwa kita mungkin harus “berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (ay.6). Mereka yang telah menderita kembali mendapatkan pengharapan melalui kata-kata Petrus berikutnya: “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu . . . sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya”(ay.7).
Melalui kata-kata itu, kita melihat sisi lain dari suatu pencobaan yang sering terasa acak dan tak terpahami. Di tengah-tengah tragedi, karena Juruselamat kita yang agung, kekuatan dan keindahan dari keselamatan kita dapat memancarkan sinarnya. Kiranya sinar harapan itu dapat menolong seseorang yang sedang berduka. —Dave Branon
Tuhan, Engkau meyakinkan kami bahwa keselamatan agung yang Kau berikan itu dimurnikan melalui penderitaan kami dan membawa kemuliaan bagi nama- Mu. Tolonglah kami memulai setiap hari baru dengan selalu berharap kepada-Mu.
Cahaya keselamatan bersinar terang di malam tergelap sekali pun.


Sumber : http://www.iampiniel.com/2015_04_01_archive.html

Selasa, 09 Februari 2016

Ujian Akhir Nasional (UAN)
akan di laksanakan tanggal
4 April 2016


Catatan:
Seperti biasanya UAS  akan di laksanakan 1 bulan sebelum UAN



Sumber: Wakasek Kurikulum  10/02/2016

Popular Posts